Saat haid, banyak perempuan merasakan perubahan selera makan. Selain tiba-tiba ingin makan atau minum yang manis, tidak sedikit perempuan yang sangat ingin makan pedas saat haid. Terlepas dari bagaimanapun perubahan selera makan, perempuan perlu tahu apa yang tidak boleh dimakan saat haid karena makanan bisa berkaitan dengan nyeri haid.
Perempuan yang menginginkan makanan pedas atau manis saat haid biasanya karena dipengaruhi oleh perubahan mood. Saat haid, suasana hati bisa berubah jadi lebih sensitif. Untuk kembali membuat perasaan stabil, banyak perempuan memilih makanan dengan rasa yang lebih kuat.
Apakah Boleh Makan Pedas saat Haid?
Menurut penelitian oleh Federation of American Societies for Experimental Biology (FASEB), saat haid terjadi perubahan hormon estrogen dan progesteron yang menyebabkan kondisi period carving. Itu adalah kondisi ketika seseorang ingin makan lebih sering dan lebih banyak serta lebih tertarik pada makanan yang bercita rasa kuat, seperti manis atau pedas.
Ternyata kondisi period carving adalah hal yang normal. Sebagian perempuan yang sedang haid mengalaminya bahkan sejak sebelum menstruasi datang. Faktanya, mengonsumsi makanan yang diinginkan bisa melepaskan hormon serotonin yang membuat perasaan menjadi lebih baik dan tenang.
Meski termasuk kondisi normal, period carving tidak boleh dibiarkan melampaui batas. Perempuan yang sedang haid tetap harus membatasi keinginan untuk makan lebih banyak. Pasalnya, makan berlebihan bisa menyebabkan masalah kesehatan lainnya. Misalnya, terlalu banyak makan atau minum manis bisa membuat gula darah melonjak.
Sebenarnya tidak ada larangan makan pedas saat haid. Dengan kata lain, mengonsumsi makanan pedas saat haid masih termasuk aman dilakukan. Anggapan yang mengatakan bahwa makanan pedas bisa menyebabkan haid tidak lancar juga termasuk mitos alias tidak benar dan tidak terbukti secara ilmiah.
Meskipun mengonsumsi makanan pedas saat haid diperbolehkan dan tidak membahayakan, namun jumlah makanan pedas yang dikonsumsi perlu dibatasi. Karena pada sebagian orang, makanan pedas bisa menyebabkan nyeri pada lambung. Dikhawatirkan rasa sakit tersebut bisa memperparah nyeri haid dan membuat kondisi terasa semakin tidak nyaman.
Efek Makan Pedas Saat Haid
Sebenarnya makanan yang dikonsumsi tidak berpengaruh langsung pada nyeri haid. Pasalnya, makanan melewati lambung dan usus. Sementara nyeri haid terjadi di rahim akibat kontraksi otot. Namun beberapa makanan tertentu bisa menimbulkan efek yang dapat menambah rasa nyeri haid, sehingga perlu dibatasi konsumsinya.
Apa yang bisa terjadi jika makan pedas saat haid? Jawabannya tergantu pada kondisi tubuh masing-masing individu. Pada beberapa perempuan yang kondisi kesehatan pencernaannya lebih sensitif, mengonsumsi makanan pedas ketika sedang haid dapat mengakibatkan beberapa efek berikut ini:
1. Nyeri Perut
Perempuan yang memiliki riwayat penyakit maag, sebaiknya benar-benar menghindari konsumsi makanan pedas selama haid. Makanan pedas dapat memicu naiknya asam lambung dan menyebabkan nyeri perut yang sangat mengganggu.
2. Diare
Pada perempuan yang punya masalah pencernaan, makanan pedas bisa mempercepat gerakan usus yang kemudian mengakibatkan diare. Mengalami diare saat haid tentu sangat tidak nyaman.
3. Reflux asam
Masih pada individu yang memiliki masalah kesehatan pencernaan terutama GERD, makan pedas saat haid juga sangat perlu dihindari. Makanan pedas dapat memicu timbulnya gejala reflux asam lambung pada penderitanya.
4. Mengurangi sensitivitas lidah
Mengonsumsi terlalu banyak makanan pedas juga dapat menurunkan sensitivitas lidah. Lidah menjadi kurang peka terhadap rasa makanan lain. Akibatnya makan menjadi kurang berselera karena tidak bisa merasakan nikmatnya rasa makanan.
Cara Meredakan Nyeri Haid dengan Praktis dan Aman
Makan pedas saat haid memang tidak menyebabkan nyeri haid secara langsung. Namun nyeri haid seringkali tidak terhindarkan dan bahkan bisa mengganggu aktivitas. Agar tetap beraktivitas dengan lancar, nyeri haid bisa diredakan dengan mengonsumsi makanan sehat dan bernutrisi tinggi, seperti buah dan sayur.
Selain mengonsumsi makanan sehat, haid juga bisa diredakan dengan memilih produk pereda haid yang alami. Hindari mengonsumsi pereda haid yang mengandung zat kimia karena bisa membahayakan kesehatan. Salah satu obat alami untuk meredakan nyeri haid adalah minuman tradisional jamu kunyit asam.
Kurkumin dalam kunyit merupakan antioksidan solid bersama dengan sifat anti-inflamasi yang secara efektif dapat menangkal radikal bebas dan melawan peradangan. Sedangkan asam Jawa memiliki kemampuan detoksifikasi yang dapat menyehatkan sistem pencernaan. Perpaduan kunyit dan asam Jawa memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Melancarkan haid
Rutin mengonsumsi jamu kunyit asam dapat melancarkan siklus menstruasi. Kandungan dalam kunyit dapat mendukung keseimbangan hormonal. Minuman ini cocok untuk perempuan yang mengalami siklus haid tidak normal.
2. Mengontrol suasana hati
Disebutkan dalam Journal of Affective Disorders, jamu kunyit asam mampu mengatasi perubahan suasana hati. Kandungan dalam jamu kunyit asam bekerja dengan menyeimbangkan senyawa kimia di otak, sehingga mencegah mood swing.
3. Menyehatkan rahim
Selain melancarkan haid, jamu kunyit asam juga bisa memberikan banyak manfaat untuk kesehatan rahim. Manfaat dari minuman tradisional ini dapat mengatasi keputihan hingga mempercepat pemulihan rahim setelah melahirkan.
Terbukti bahwa jamu kunyit asam tidak hanya bisa meredakan nyeri haid, tapi juga meningkatkan kesehatan tubuh. Maka jangan ragu lagi untuk rutin mengonsumsi kunyit asam. Kabar baiknya, sekarang tidak perlu repot membuat jamu kunyit asam sendiri. Sudah ada Sido Muncul Kunyit Asam yang siap minum.
Sido Muncul Kunyit Asam Lancar Datang Bulan dikemas praktis dalam botol sehingga mudah dibawa kemana saja. Konsumsi 1-2 botol sehari sebelum, selama, dan setelah haid dapat membantu mengurangi nyeri haid sehingga aktivitas tetap lancar dan menyenangkan.






0 komentar:
Posting Komentar