Rabu, 15 Oktober 2025

Semilir Ecoprint; Ketika Alam, Budaya, dan Fashion Menyatu di Tangan Alfira Oktaviani

Edit Posted by with No comments

 

Sumber gambar:  Instagram @semilir_ecoprint

Siapa sangka, seorang apoteker bisa jadi pelopor fashion ramah lingkungan?

Itulah kisah Alfira Oktaviani, perempuan kelahiran Bengkulu yang sukses bikin gebrakan lewat Semilir Ecoprint brand lokal yang mengubah kulit kayu jadi karya fesyen bernilai tinggi.

 Awal Cerita

Alfira adalah lulusan jurusan farmasi dari Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Setelah meraih gelar apoteker, ia sempat bekerja di apotek dan rumah sakit. Dunia medis menjadi bagian dari kesehariannya—hingga akhirnya, setelah menikah dan menjadi seorang ibu, Fira memilih untuk kembali ke rumah.

Keputusan itu bukan akhir dari perjalanan, justru awal dari babak baru. Fira ingin fokus pada keluarga, tapi di sisi lain, ia juga tak ingin berhenti berkarya. Ada kerinduan untuk tetap produktif dan menyalurkan kreativitas yang selama ini terpendam.

Karena sejak dulu menyukai dunia mode, Fira mulai mencari tahu tentang berbagai teknik pewarnaan kain. Ia sempat mencoba membatik, bahkan bereksperimen dengan teknik pewarnaan shibori asal Jepang. Namun semuanya berubah ketika ia menemukan teknik ecoprint, cara mencetak motif alami dari daun dan bunga ke permukaan kain.

Sejak saat itu, Fira benar-benar jatuh cinta. Ia merasa ecoprint berbeda. Ada sentuhan alam, keindahan yang tak bisa ditebak, dan filosofi yang selaras dengan jiwanya. Selembar kain bisa bercerita, dan setiap motifnya adalah hasil kolaborasi antara manusia dan alam.

Lalu berbekal rasa penasaran dan sedikit modal cuma sekitar Rp500 ribu Alfira mulai bereksperimen dengan teknik ecoprint, yaitu mencetak motif dari daun, bunga, dan bahan alami ke kain. 

Lahirnya Semilir Ecoprint

Tahun 2018, Alfira resmi mendirikan Semilir Ecoprint. Nama “Semilir” diambil dari kata Jawa silir yang berarti angin sepoi, menggambarkan kesejukan hubungan antara manusia, alam, dan budaya.

Melalui Semilir, Alfira memadukan keindahan motif ecoprint dengan kain lantung khas Bengkulu. Produk yang dihasilkan beragam — dari tas, dompet, selendang, outer, hingga masker — semuanya dibuat dengan bahan alami dan proses ramah lingkungan.

Sejak awal berdiri, Semilir Ecoprint tidak pernah berhenti berinovasi. Pada tahun 2019, Fira membuat langkah berani: meninggalkan kain sebagai media utama ecoprint dan menggantinya dengan kulit kayu lantung — bahan khas dari Bengkulu yang punya nilai budaya tinggi.

Pilihan itu bukan tanpa alasan. Bagi Fira, kulit kayu lantung bukan sekadar bahan alami, tapi juga bagian dari identitas masa kecilnya. Bengkulu adalah kampung halaman sang ayah, dan sejak kecil Fira sudah akrab melihat kulit kayu ini diolah oleh masyarakat setempat.

Kulit kayu lantung diambil dari pepohonan bergetah seperti pohon karet hutan, pohon ibuh, atau pohon terap yang sudah tua. Uniknya, pohon-pohon itu dikenal kuat dan tidak mudah rusak, sehingga kulit kayunya bisa diolah menjadi lembaran menyerupai kain dengan serat alami yang indah.

Meski kulit kayu lantung telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak 2015, kenyataannya bahan ini belum banyak dikenal masyarakat luas. Justru hal inilah yang memicu semangat Fira. Ia ingin memperkenalkan kembali warisan leluhur Bengkulu lewat cara yang modern dan relevan: menjadikannya media untuk karya ecoprint yang ramah lingkungan.

Melalui Semilir Ecoprint, Fira ingin menunjukkan bahwa tradisi bisa beriringan dengan inovasi. Bahwa sesuatu yang lahir dari alam dan budaya lokal dapat naik kelas tanpa kehilangan jati dirinya.

Lebih dari sekadar usaha, Semilir juga jadi ruang pemberdayaan bagi ibu-ibu di sekitar Yogyakarta dan Bengkulu. Mereka dilatih untuk ikut dalam proses produksi, mulai dari menyiapkan bahan hingga mencetak motif. Dengan begitu, ekonomi lokal pun ikut tumbuh.

Sebuah Inspirasi & Harapan ke Depan

Di balik desain motif alam yang menawan dan produk ecoprint yang ramah lingkungan, Alfira Oktaviani mengajarkan satu hal: bahwa keindahan bukan sekadar estetika; keindahan bisa menjadi jembatan antara budaya, lingkungan, dan manusia. Ia membuktikan bahwa kain tradisional yang mungkin dianggap sederhana, seperti kain lantung polos, bisa menyalakan kembali kebanggaan budaya dan menjadi karya seni yang bernilai tinggi.

Semilir Ecoprint bukan hanya usaha—ia adalah narasi: sebuah perjalanan perempuan muda yang menggabungkan ilmu, seni, dan cinta terhadap alam untuk membuat gaya hidup berkelanjutan menjadi nyata. Penghargaan SATU Indonesia Awards 2022 adalah bukti bahwa suara-suara kecil yang rajin dan tulus juga dapat didengar dan dihargai.

Harapan besar bahwa Semilir Ecoprint bisa terus berkembang: memperluas jangkauan produknya, menjaga keberlanjutan bahan baku, melatih lebih banyak pengrajin lokal, dan membawa kain lantung dan ecoprint bukan hanya ke pasar nasional, tetapi ke pentas internasional. Semoga kisah Alfira menginspirasi generasi penerus untuk terus berinovasi sekaligus menghargai akar budaya dan alam di dunia yang semakin cepat berubah.

#kabarbaiksatuindonesia


Senin, 12 Mei 2025

Penyebab Mata Kering dan Dampaknya: Waspadai Gejala Sejak Dini

Edit Posted by with No comments

 

Di era digital saat ini, banyak sekali pekerjaan  yang bisa dilakukan dengan perangkat mobile, seperti handphone, sebagai alat utama untuk bekerja. Pekerjaan seperti content creator, penulis, hingga manajer media sosial kini dapat dilakukan dari mana saja tanpa harus berada di kantor. Fleksibilitas ini menjadi keunggulan utama dalam dunia kerja modern.

Namun, di balik kemudahan yang diberikan tersebut, terdapat tantangan tersendiri bagi kesehatan, khususnya kesehatan mata. Salah satu keluhan yang sering dialami oleh para pekerja digital adalah mata kering. Kondisi ini dapat muncul karena intensitas penggunaan layar yang tinggi dalam jangka waktu lama.

Mengenal Mata Kering

Mata kering adalah kondisi ketika mata tidak menghasilkan cukup air mata. Akibatnya, permukaan mata menjadi kurang lembap dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Faktor pemicu mata kering antara lain penggunaan perangkat digital secara terus-menerus, paparan udara kering dari pendingin ruangan atau kipas angin, serta kebiasaan jarang berkedip saat menatap layar. Gejala ringan dari kondisi ini sering kali diabaikan karena dianggap hal biasa atau sepele.

Gejala Umum Mata Kering

Beberapa gejala awal mata kering yang perlu diwaspadai meliputi:

Mata sepet

Muncul rasa tidak nyaman seperti ada benda asing di mata.

Perih

Mata terasa seperti terbakar atau menyengat.

Lelah

Mata terasa berat, pegal, dan sulit untuk fokus.

Gejala-gejala tersebut dapat semakin mengganggu apabila tidak segera ditangani dengan tepat.

Dampak Mata Kering Jika Dibiarkan

Kondisi mata kering yang tidak ditangani dengan baik bisa berdampak negatif pada kesehatan mata secara keseluruhan. Beberapa dampak yang mungkin timbul antara lain:

Pandangan kabur atau tidak stabil

Sensasi nyeri saat berkedip atau membuka mata

Kesulitan membaca atau bekerja dalam jangka waktu lama

Risiko infeksi akibat iritasi yang berkepanjangan

Penurunan produktivitas akibat ketidaknyamanan saat bekerja

Oleh karena itu, penting untuk menyadari bahwa gejala #MataKeringJanganSepelein. Dengan penanganan yang tepat dan cepat maka akan sangat membantu mencegah komplikasi lebih lanjut.

Solusi Praktis untuk Mengatasi Mata Kering

Salah satu solusi praktis dan efektif untuk mengatasi gejala mata kering adalah dengan menggunakan tetes mata yang diformulasikan khusus. Insto Dry Eyes hadir sebagai solusi terpercaya untuk meredakan gejala mata sepet, perih, dan lelah akibat kekeringan pada mata.

Insto Dry Eyes bekerja dengan cara membantu melembapkan mata dan mengembalikan keseimbangan lapisan air mata. Tetes mata ini dapat digunakan kapan saja saat gejala mulai dirasakan. Cukup tetesin Insto Dry Eyes, dan mata akan terasa lebih segar dan nyaman.

Penggunaan #InstoDryEyes secara rutin juga dapat membantu menjaga kesehatan mata bagi individu yang aktivitasnya menuntut penggunaan layar dalam waktu panjang. Produk ini mudah dibawa dan praktis digunakan di berbagai situasi.

Tips Tambahan Menjaga Kesehatan Mata

Selain menggunakan tetes mata, beberapa langkah preventif berikut dapat membantu mencegah dan mengurangi risiko mata kering:

1. Mengistirahatkan mata secara berkala: Terapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan sejauh 20 kaki selama 20 detik.

2. Menjaga kelembapan ruangan: Hindari paparan langsung AC atau kipas angin ke wajah.

3. Mengonsumsi cukup air putih: Asupan cairan yang cukup penting untuk mendukung produksi air mata alami.

4. Menyesuaikan pencahayaan saat bekerja: Pastikan lingkungan kerja memiliki pencahayaan yang cukup agar mata tidak bekerja terlalu keras.

5. Menghindari penggunaan layar secara berlebihan sebelum tidur: Cahaya biru dari layar dapat memperburuk ketegangan mata.

Kesimpulan

Kemajuan teknologi telah membawa kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia kerja. Namun, di tengah kenyamanan tersebut, penting untuk tetap memperhatikan kesehatan mata. Gejala mata sepet, perih, dan lelah bisa menjadi tanda awal mata kering, sebuah kondisi yang sering dianggap sepele, namun berdampak besar jika tidak ditangani dengan tepat.

Sebagai langkah praktis, penggunaan Insto Dry Eyes dapat menjadi solusi efektif untuk menjaga kelembapan dan kenyamanan mata. Tetesin Insto Dry Eyes, dan lanjutkan aktivitas harian dengan mata yang segar dan sehat. Mari jaga kesehatan mata sejak dini, karena mata adalah aset berharga yang mendukung produktivitas dan kualitas hidup.