Langsung ke konten utama

Featured Post

Berlibur ke Bonbon Land Denmark bersama Keluarga

https://www.pexels.com/id-id/foto/bendera-denmark-2862156/ Saat ini kamu bisa memanfaatkan KTA dari bank untuk pergi liburan. Jadi tidak perlu pusing-pusing lagi jika ingin mengajak keluarga untuk traveling, termasuk traveling ke luar negeri.  Beberapa pilihan destinasi di Denmark Denmark bisa jadi pilihan destinasi yang tepat jika kamu dan keluarga berencana untuk liburan. Apalagi di Denmark ada BonBon Land yang menawarkan banyak sekali keseruan untuk keluargamu.  Wahana Seru di Bonbon Land BonBon Land ini merupakan salah satu taman hiburan terunik di dunia. Unik karena konsep taman hiburannya malah fokus ke kotoran dan hal-hal yang berbau humor. Di sana kamu bisa menemukan beragam wahana berikut: Roller Coaster Ada banyak pilihan roller coaster yang bisa kamu temui di BonBon Land. Namanya juga berbeda-beda, ada Hundeprutterutchebane, Vild-Svinet, Hankatten, dan ada juga Viktor Vandorm. Meskipun berbeda-beda, semua roller coaster ini menawarkan keseruan dan memacu adrenalin. Dijamin s

Kesenian Sapi Sonok dalam Masyarakat Madura

Selain karapan sapi, Madura juga memiliki kontes sapi lainnya yaitu sapi Sonok. Meskipun sama-sama adu sapi, namun Sapi Sonok dan Karapan Sapi adalah  perlombaan yang berbeda jauh. Karapan sapi diikuti pasangan sapi jantan, sedangkan Sapi Sonok diikuti pasangan sapi betina. Dibandingkan dengan sapi sonok, karapan sapi lebih dahulu ada. Karena kontes sapi sonok ini baru dimulai sekitar  tahun 1960-an. Kontes sapi sonok yang dilombakan adalah keindahan sapi saat berjalan dan atribut yang dipasangkan di badannya.

Asal mula munculnya kesenian sapi sonok

Mengenai munculnya tradisi sapi sonok ada beberapa versi, yaitu

Pertama 

Kesenian sapi Sonok pertama kali diperkenalkan oleh H. Achmad Hairudin, kepala desa Dempo Barat Kecamatan Pasean pada tahun 1964. Selain dimanfaatkan sebagai sarana untuk membajak sawah, saat itu sapi juga digunakan sebagai sarana hiburan. Pasangan sapi dijalankan secara bersama-sama, kemudian pasangan sapi diadu dengan pasangan sapi lainya. Dari sinilah akhirnya muncul pertandingan sapi sonok

Kedua

Dalam versi yang kedua ini kesenian sapi sonok digagas oleh bapak Mansoer seorang pegawai pemerintah Dinas Peternakan  di Kabupaten Pamekasan. Sebagai petugas beliau melaksanakan penyuluhan dan berusaha memecahkan masalah seputar peternakan di wilayahnya. Saat itu permasalahan paling menonjol yang beliau hadapii adalah para peternak kurang memperhatikan ternaknya, terutama sapi betina. Kegiatan sapi sonok selanjutnya dijadikan sarana memberikan penyuluhan tentang cara perawatan sapi.

Saat ini kesenian sapi sonok tidak hanya berada di wilayah pamekasan, tetapi telah menyebar ke seluruh Madura termasuk di wilayah sampang. 

Persiapan sebelum perlombaan sapi sonok

Sebelum mengikuti lomba, sapi-sapi tersebut diperlakukan secara istimewa. Mulai dari makannya, diberikan pakan yang bermutu dan kualitasnya terjamin. Selain itu peternak juga membuat kamu khusus untuk sapi tersebut. Selanjutnya soal kebersihan dari sapi juga menjadi perhatian yang khusus. 

Sapi rutin dimandikan supaya kulitnya tampak mengkilap terkadang dibaluri minyak. Para peternak saling bersaing untuk memberikan perawatan yang terbaik bagi sapi-sapi tersebut agar sapinya menjadi pemenang. Karena jika menang harga sapi akan naik hingga berkali-kali lipat. 

Ketika perlombaan sapi-sapi akan didandani dengan selempang keemasan di leher serta dada untuk menambah daya tarik sapi itu.  Selanjutnya dibagian leher dipasang pangonong, yaitu kayu perangkai sapi yang diukir indah, pangonong tersebut diberi warna merah dan kuning emas. Tidak hanya mahkota yang dipasang di panongkok yang dihiasi dengan untaian manik-manik keemasan, tetapi selempang yang berada di leher sapi juga dihiasi dengan aneka manik warna-warni. 

Dalam lomba ini sapi-sapi akan berjalan di lintasan yang panjangnya sekitar 15 sampai 20 meter dan tidak boleh menyentuh garis pembatas. Sapi-sapi akan berjalan secara berpasangan, kaki dari sapi-sapi tersebut diikat dengan sebilah kayu melengkung yang disebut pangonong. Kemudian di belakang sapi ada seseorang yang memegang tapi sepanjang 7 M yang tujuannya mengendalikan pasangan sapi sonok tersebut. 

Peternak rutin memandikan sapi kesayangannya, terkadang dibaluri dengan minyak agar kulitnya tampak mengkilap. Dengan segala perawatannya, enggak heran seekor sapi yang menang dalam festival ini harganya bisa naik berkali-kali lipat. Bahkan bisa mencapai ratusan juta.

Dalam lomba ini sapi-sapi akan berjalan di lintasan yang panjangnya sekitar 15 sampai 20 meter dan tidak boleh menyentuh garis pembatas. Sapi-sapi akan berjalan secara berpasangan, leher dari sapi-sapi tersebut diikat dengan sebilah kayu melengkung yang disebut pangonong. di belakang sapi ada seseorang yang memegang tapi sepanjang 7 M  yang tujuannya mengendalikan pasangan sapi sonok tersebut. 

Sepasang sapi tersebut harus berjalan secara kompak ketika mengelilingi lintasan yang disediakan . Bahkan jalannya harus seirama dengan gamelan yang menjadi musik pengiringnya. Sebab, hal ini menjadi kriteria dalam penilaian lomba sapi sonok. 

Diakhir lintasan sepasang sapi tersebut harus berhenti bersamaan di pintu gerbang gapura, dengan posisi kaki bagian depan menginjak kayu pintu gerbang. Nah,  dari sinilah kemudian muncul istilah sonok yang merupakan singkatan dari sokona nongkok yang berarti kakinya berpijak. 

Dari aspek sosial, tradisi lokal sapi sonok ini mendekatkan hubungan sosial masyarakat Madura. Sedangkan dari aspek budaya juga menjadikan sapi sonok ini sebagai sebuah hasil kreasi masyarakat yang menjadi kebanggaan daerah. Selanjutnya dari aspek teknologi, melahirkan teknologi untuk membibitkan sapi yang berkualitas serta unggulan dan menjaga kelestarian spesies sapi Madura. 

Teknologi digital mudahkan proses komunikasi dan publikasi

Salah satu faktor pendukung dari suksesnya sebuah acaranya adalah kelancaran komunikasi. Komunikasi akan menghubungkan satu orang dengan orang lain untuk saling bekerja sama dalam menyelenggarakan sebuah acara. Komunikasi yang cepat juga membuat permasalahan segerak terselesaikan dengan baik. Sehingga acara bisa berjalan dengan lancar dan sesuai dengan keinginan semua orang. 

Tentu saja dalam pelaksanaan kesenian sapi sonok sebelumnya panitia pasti mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik-baiknya. Nah tentunya faktor komunikasi memegang peranan penting saat panitia sedang melakukan persiapan tradisi sapi sonok tersebut. Karena dengan adanya komunikasi membuat orang lebih terarah dalam mengerjakan tanggung jawabnya. Selain itu juga adanya komunikasi yang efektif membuat waktu bekerja menjadi semakin efektif dan efisien. 


Dalam hal ini IndiHome yang merupakan salah satu layanan dari Telkom Group, turut berperan serta dalam kelancaran komunikasi panitia penyelenggara tradisi tersebut. Sehingga koordinasi antar panitia bisa berjalan lancar dan cepat. 

Selain memudahkan proses komunikasi, IndiHome juga membantu publikasi dari kegiatan tradisi sono sapi. Karena dengan adanya jaringan IndiHome kegiatan sono sapi bisa tersebar secara luas ke berbagai daerah melalui media digital. 

IndiHome pertama kali diluncurkan pada tahun 2015. Indihome dilabeli sebagai tiga layanan dalam satu paket (3-in-1), sebab selain mendapat layanan jaringan internet, pelanggan juga mendapatkan tayangan TV berbayar dan juga saluran telepon. 

Sebagai internetnya Indonesia, IndiHome terus melakukan  berbagai inovasi yang mengutamakan kepuasan pelanggan. Salah satunya dengan menghadirkan Internet Fiber, dengan internet fiber pelanggan akan mendapatkan koneksi internet yang stabil dan dilengkapi dengan kualitas terbaik. 

Selain inovasi dalam layanan dan produk, IndiHome juga menargetkan cakupan layanan yang menjangkau seluruh wilayah di Indonesia agar masyarakat bisa dengan mudah menikmati layanan internet untuk kebutuhan aktivitas tanpa batas.

Komentar

Postingan Populer